Senin, 30 September 2013

makalah NU

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Nahdatul Ulama adalah salah satu Organisasi Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah waljama'ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 Nahdlatul   Ulama    (Kebangkitan  Ulama)   berdiri   pada  16  Rajab   1344 H   
(31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh K.H. Hasyim Asy'ari sebagai Rais Akbar.
Untuk menegaskan prisip dasar organisasi ini, maka K.H. Hasyim Asy'ari merumuskan kitab Qanun Asasi (prinsip dasar), kemudian juga merumuskan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam khittah NU, yang dijadikan sebagai dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik.

B.     Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan  makalah dengan judul ” Islam (Nahdatul Ulama) dan perkembangan pertama di Kabupaten Berau. Karena apabila kita perhatikan  perjuangan  NU diakui  tidak secara terang-terangan  di berbagai daerah khususnya di Kabupaten Berau. Pada Dasarnya Islam terbagi menjadi 73 golongan diantaranya adalah NU, namun Islam merupakan penyempurna agama-agama sebelumnya sebagai tuntunan hidup manusia di dunia dan akhirat yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Rasul-Nya Muhammad SAW yaitu Nabi Akhir zaman.
C.     Manfaat Ruang Lingkup Penulisan
Dalam penyusunan makalah ini penulis berharap akan memberikan motivasi kepada kita khususnya yang beragama Islam, bahwa ajaran yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW merupakan ajaran penyempurna bagi agama sebelumnya agar senantiasa untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT.  Adapun manfaat tersebut antara lain :
1.         Sebagai informasi, sekaligus  pembelajaran bagi pembaca bahwa semua ajaran Islam pada dasarnya adalah baik dan mengharapkan Ridho Allah SWT semata.
2.         Sebagai bahan pengetahuan bagi seluruh umat Islam yang ada di Kabupaten Berau khususnya, bahwa faham NU berkembang di Kabupaten Berau penuh dengan perjuangan, serta memperhatikan keselarasan dan keserasian didalam ruang lingkup umat Islam khususnya dan masyarakat umumnya.
3.         Sebagai acuan kedepan agar tidak memiliki pandangan bahwa faham Nahdatul Ulama adalah salah satu gerakan Islam untuk menyebarkan agama sesuai dengan kaidah ajaran Islam yang ada.












BAB II
PEMBAHASAN
A.       Sejarah perkembangan  Islam (Nahdatul Ulama) di Indonesia.
Keterbelakangan baik secara mental, maupun  ekonomi yang dialami bangsa Indonesia, akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi, telah menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini, melalui jalan pendidikan dan organisasi. Gerakan yang muncul 1908 tersebut dikenal dengan "Kebangkitan Nasional". Semangat kebangkitan memang terus menyebar kemana-mana setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain. Sebagai jawabannya, muncullah berbagai organisasi pendidikan dan pembebasan.
Pembentukan organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis, untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Maka setelah berkoordinasi dengan berbagai kyai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama  Nahdlatul Ulama .
Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh K.H. Hasyim Asy'ari sebagai Rais Akbar. Untuk menegaskan prisip dasar organisasi ini, maka K.H. Hasyim Asy'ari merumuskan kitab Qanun Asasi (prinsip dasar), kemudian juga merumuskan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam khittah NU, yang dijadikan sebagai dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik.








B.            Motto, Visi, Misi, dan Tujuan NU

Nahdlatul Ulama adalah Sebagai Organisasi yang merupakan salah satu  penyebaran Ajaran Islam memiliki
1.      Motto NU :  “ Berilmu, beramal serta bertaqwa pada Allah Yang Maha Esa.
2.      Visi  NU :   Terwujudnya  masyarakat  sejahtera  yang  dijiwai  ajaran  Islam
Ahlusunnah Wal jamaah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkemakmuran dan berkeadilan yang diridhoi Allah SWT.
3.      Misi NU :
a.       Mewujudkan Masyarakat  Indonesia  khususnya perempuan, yang sadar beragama bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
b.      Mewujudkan masyarakat Indonesia khususnya perempuan, yang berkualitas mandiri dan bertaqwa kepada Allah SWT.
c.       Mewujudkan masyarakat Indonesia khususnya perempuan, yang sadar akan kewajiban dan haknya menurut ajaran Islam baik sebagai pribadi maupun sebagai golongan masyarakat.
d.      Melaksanakan tujuan Jam’iyyah NU sehingga terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang merata dan diridhoi Allah SWT.
4.      Tujuan NU :
Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah waljama’ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, didalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
C.      Susunan Kepengurusan  Nahdatul Ulama secara Global Hingga Kini
Dalam perkembangan ajaran tersebut Nahdatul Ulama secara garis besarnya memiliki pengurus menurut perkembangan zaman dari tahun ketahun dapat diketahui secara global di Indonesia  hingga kini:





SUSUNAN KEPENGURUSAN NAHDATUL ULAMA
          TAHUN  1962  SAMPAI SAAT INI
no
Rais Aam Syuriyah
Ketua Umum Tanfidziyah
Awal
Akhir
Foto
Nama
Foto
Nama
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Di Jakarta saat ini yang menjadi ketua Umum Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama ( PP LDNU) adalah  KH Zakky Mubarok.
Sebagai suatu paham yang mengajarkan dan menyebarkan agama Islam di seluruh penjuru di wilayah Indonesia. Dan merangkul dari semua golongan tanpa ada perbedaan namun bagi siapa saja yang ingin mempelajari dan memeluk agama Islam sebagai agama yang sempurna.
D.      Perkembangan singkat sesuai zaman Ajaran Islam (Nahdatul Ulama)  di Kaltim.
 Sejak didirikan tahun 1926, Nahdlatul Ulama (NU) terus disebarluaskan para ulama melalui jaringan pesantren Nusantara yang sudah terjalin sejak berpuluh-puluh tahun. Menurut Choirul Anam dalam buku Pertumbuhan dan Perkembangan NU terikat kuat oleh aktivitas sosial keagamaan yang mempunyai karakter.
 
           Menurut Ketua NU Kalimantan Timur, KH Muhammad Arsyad yang menjabat sebagai ketua NU periode 2008 sampai dengan 2013, NU di Kalimantan Timur dibawa dari Banjarmasin, oleh dzuriyah keempat Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Ia adalah mufti kerajaan Gunung Tabur di Berau. 
Perkembangan NU di wilayah Kalimantan Timur terorganisir hingga ke pelosok. Dalam hal ini utamanya diwilayah Kabupaten Berau Ketua Nahdatul Ulama saat ini dijabat oleh Bapak Masrur dan beberapa anggota yang terkait dalam kepengurusan NU dan letak sekretariat  di Jl. Dr. Sutomo Tanjung Redeb.
Seperti hanya suatu organisasi Islam yang telah terbentuk sebagai wahana penyebaran dan pengembangan ajaran Islam juga memiliki struktur menurut jenjang  kepengurusannya antara lain :
1.    Pengurus Besar (tingkat Pusat).
2.    Pengurus Wilayah (tingkat Propinsi), terdapat 33 Wilayah.
3.    Pengurus Cabang (tingkat Kabupaten/Kota) atau Pengurus Cabang Istimewa untuk kepengurusan di luar negeri, terdapat 439 Cabang dan 15 Cabang Istimewa.
4.    Pengurus Majlis Wakil Cabang/MWC (tingkat Kecamatan), terdapat 5.450 Majelis Wakil Cabang.
5.    Pengurus Ranting (tingkat Desa/Kelurahan), terdapat 47.125 Ranting.
Untuk Pusat, Wilayah, Cabang, dan Majelis Wakil Cabang, setiap kepengurusan terdiri dari:
1.    Mustasyar (Penasihat)
2.    Syuriyah (Pimpinan tertinggi)
3.    Tanfidziyah (Pelaksana Harian)
Untuk Ranting, setiap kepengurusan terdiri dari:
1.    Syuriyah (Pimpinan tertinggi)
2.    Tanfidziyah (Pelaksana harian).




E.       KEBIJAKAN  NU DALAM  KELEMBAGAAN
Merupakan pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan suatu bidang tertentu. Lembaga ini meliputi:
  1. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)
  2. Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU)
  3. Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama ( LPKNU )
  4. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU)
  5. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU)
  6. Lembaga Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama
  7. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU)
  8. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia NU
  9. Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI)
  10. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH).
Diantara Lembaga yang telah dibentuk oleh Nahdatul Ulama di Kabupaten Berau salah satu yang telah berdiri dan dibentuk adalah Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU) di beberapa wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Berau dari jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK yang telah dibangun, Lembaga Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama itu juga telah berdiri  beberapa Pondok pesantren yang terdapat di beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Berau.
Beberapa pondok pesantren yang telah berkecimpung dalam NU adalah :

Pondok Pesantren PP. Al I'tisham, Berau

Alamat : Tungkuan
Telepon : 081347671247
Kecamatan Talisayan
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Kombinasi
Santri Laki - Laki : 20
Santri Perempuan : 15
Tokoh Pendiri : Muhammad Rajab Patadangi
Pimpinan : Buraera Abisu, Drs

Pondok Pesantren PP. Al Ikhlas, Berau

Alamat : Blok C
Telepon :
Kecamatan Talisayan
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Salafiyah
Santri Laki - Laki : 18
Santri Perempuan : 22
Tokoh Pendiri : Muhammad Zainal Arifin, KH
Pimpinan : Muhammad Zainal Arifin, KH

Pondok Pesantren PP. Al-Fatahillah, Berau

Alamat : Kampung Harapan Maju
Telepon :
Kecamatan Talisayan
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Salafiyah
Santri Laki - Laki : 21
Santri Perempuan : 15
Tokoh Pendiri : Sandi
Pimpinan : Ahmad Nur Rochim

Pondok Pesantren PP. Hidayatullah, Berau

Alamat : Jl. Soekarno Hatta
Telepon :
Kecamatan Talisayan
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Salafiyah
Santri Laki - Laki : 25
Santri Perempuan : 0
Tokoh Pendiri : Robiin
Pimpinan : Tarmizi AL-Mujaddidi

Pondok Pesantren PP. Miftahul Huda, Berau

Alamat : Jl. Persada
Telepon :
Kecamatan Talisayan
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Ashriyah
Santri Laki - Laki : 23
Santri Perempuan : 33
Tokoh Pendiri : Nurrojikin, Drs
Pimpinan : Sairi

Pondok Pesantren PP. Miftahul Huda, Berau

Alamat : Jl. Desa Purnasari Jaya
Telepon :
Kecamatan Talisayan
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Salafiyah
Santri Laki - Laki : 21
Santri Perempuan : 19
Tokoh Pendiri : Nur Hasan
Pimpinan : Hamzah, Drs



Pondok Pesantren PP. Miftahul Ulum, Berau

Alamat : -
Telepon : 081545053984
Kecamatan Talisayan
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Ashriyah
Santri Laki - Laki : 6
Santri Perempuan : 15
Tokoh Pendiri : Poniran
Pimpinan : Mashuri Abdullah

Pondok Pesantren PP. Ash Haabul Yamiin, Berau

Alamat : Jl. Pajajaran Blok A No.23
Telepon :
Kecamatan Gunung Tabur
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Salafiyah
Santri Laki - Laki : 31
Santri Perempuan : 52
Tokoh Pendiri : Amin Suhadi, H
Pimpinan : Bunyamin

Pondok Pesantren PP. At Taqwa, Berau

Alamat : Jl. Abi Manyu RT.XI RW.8
Telepon : 081347151294
Kecamatan Sambaliung
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Kombinasi
Santri Laki - Laki : 52
Santri Perempuan : 61
Tokoh Pendiri : Tajuwid Hasyim
Pimpinan : Sidiq Nawawi

Pondok Pesantren PP. Riyadlus Sholihin, Berau

Alamat : Jl. Danau Panjang
Telepon :
Kecamatan Sambaliung
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Kombinasi
Santri Laki - Laki : 30
Santri Perempuan : 21
Tokoh Pendiri : Amin Suhadi, H
Pimpinan : Moh. Sholeh, KY

Pondok Pesantren PP. Al Ihsan, Berau

Alamat : Jl. P. Hidayatullah RT 08
Telepon : 0554-22176
Kecamatan Tanjung Rede
b
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Kombinasi
Santri Laki - Laki : 120
Santri Perempuan : 90
Tokoh Pendiri : Amin Bahrun, Ust
Pimpinan : Jamiruddin, H, S.PdI

Pondok Pesantren PP. Sirojul Qori, Berau

Alamat : Jl. Durian 3
Telepon :
Kecamatan Tanjung Rede
b
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Salafiyah
Santri Laki - Laki : 15
Santri Perempuan : 35
Tokoh Pendiri : Mahfud Hadi
Pimpinan : Jamrah, A.Md

Pondok Pesantren PP. Hidayatullah Pulau Derawan, Berau

Alamat : Jl. Pulau Derawan
Telepon :
Kecamatan Pulau Derawan
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Kombinasi
Santri Laki - Laki : 20
Santri Perempuan : 25
Tokoh Pendiri : Amin Bahrun (alm)
Pimpinan : Kasim Abbas, S.PdI

Pondok Pesantren PP. Al Adnan, Berau

Alamat : Jl. Sirsat Labanan Makmur
Telepon :
Kecamatan Teluk Bayur
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Kombinasi
Santri Laki - Laki : 54
Santri Perempuan : 41
Tokoh Pendiri : Musta'in Adnan, KH
Pimpinan : Suharto



Pondok Pesantren PP. Al-Maarif Al-Islami, Berau

Alamat : Blok.1 No.3 RT.04
Telepon : 081347382835
Kecamatan Biatan
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Kombinasi
Santri Laki - Laki : 54
Santri Perempuan : 59
Tokoh Pendiri : Ahmad Taufiq, S.Ag
Pimpinan : Ahmad Taufiq, S.Ag

 

Pondok Pesantren PP. Nurul Muhajirin, Berau

Alamat : Jl. Diponegoro RT.-
Telepon : 0554-21630
Kecamatan Teluk Bayur
Kabupaten Berau
Provinsi Kalimantan Timur
Tipe : Ashriyah
Santri Laki - Laki : 70
Santri Perempuan : 72
Tokoh Pendiri : Maksum Abdullah, KH
Pimpinan : Ahmad Choirul








F.       Keikutsertaan NU dalam berbagai bidang yang bertujuan ikut serta dalam Peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia pada umumnya dan pada khususnya bagi NU.
Menjadi anggota organisasi, perlu kesungguhan dan keikhlasan.
Sebagai organisasi Islam Nahdatul Ulama juga menyebarkan Ajaran Islam dalam keagamaan NU juga ikut serta dalam berbagai bidang diantaranya :
1.        Di bidang agama, melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dalam perbedaan.
2.        Di bidang pendidikan, menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, untuk membentuk muslim yang bertakwa, berbudi luhur, berpengetahuan luas. Hal ini terbukti dengan lahirnya Lembaga-lembaga Pendidikan yang bernuansa NU dan sudah tersebar di berbagai daerah khususnya di Pulau Jawa.
3.        Di bidang sosial budaya, mengusahakan kesejahteraan rakyat serta kebudayaan yang sesuai dengan nilai keislaman dan kemanusiaan.
4.        Dibidang ekonomi, mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan, dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat. Hal ini ditandai dengan lahirnya BMT dan Badan Keuangan lain yang yang telah terbukti membantu masyarakat.
5.        Mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas. NU berusaha mengabdi dan menjadi yang terbaik bagi masyrakat.








BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Dari makalah yang kami sajikan di atas disimpulkan bahwa Nahdatul Ulama adalah suatu ajaran Islam yang berdiri untuk mewujudkan masyarakat sejahtera yang dijiwai ajaran Islam Ahlusunnah Waljamaah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkemakmuran dan berkeadilan yang diridhoi Allah SWT.
Nahdatul Ulama bukan hanya sekedar bergerak untuk keagamaan namun dalam beberapa bidang yang bertujuan untuk tetap dapat hidup berdampingan dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara tanpa mengabaikan aturan Negara yang ada.

B.       Saran
Setelah membaca makalah ini  penulis menyarankan kepada:
1.        Pembaca agar dapat mensyukuri telah menjadi seorang muslim yang memeluk agama Islam yang merupakan petunjuk berupa wahyu dari Allah SWT, yang terdiri dari 73 golongan salah satunya  ajaran  Nahdatul Ulama namun bertujuan untuk agar yang memeluk Agama Islam untuk lebih bertaqwa kepada Allah SWT, yaitu bukanlah suatu kendala untuk  hidup diantara masyarakat lainnya tanpa adanya pertentangan.
2.        Merenungkan kembali dan mengambil hikmahnya bahwa saat ini kita dalam menjalankan ibadah, sebagai umat Islam sangat mudah tidak dibawah pengaruh dan menjadikan manusia lebih bertaqwa untuk menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya dan kembali kepada diri pribadi dalam hal beribadah kepada Allah SWT sebagai Habnu minallah tanpa mengabaikan habnuminannas dalam kehidupan.
3.        Pembaca dapat memahami bahwa ajaran Nahdatul Ulama merupakan suatu pergerakan Islam Ahlusunnah waljamaah, dan mengetahui secara  global berdirinya NU sejak awal dari zaman ke zaman dari pengurus pusat hingga ke berbagai wilayah utamanya pada makalah yang kami buat  khusus daerah Kalimantan Timur (Kabupaten Berau).
4.        Pembaca dapat mengetahui masuknya serta berdirinya Nahdatul Ulama  bukan hanya diwilayah Kabupaten Berau tapi juga sejarah singkatnya Nahdatul Ulama.



1 komentar: